Gorpcore Makin Viral, Gaya Outdoor Kini Menguasai Street Fashion

Gorpcore Makin Viral, Gaya Outdoor Kini Menguasai Street Fashion

Beautynique – Jaket teknis, celana utilitarian, dan sepatu trail kini tidak lagi identik dengan perjalanan menuju gunung. Di jalanan kota, pakaian tersebut justru menjadi bagian dari penampilan sehari-hari. Fenomena inilah yang membuat Gorpcore Street Fashion terus menarik perhatian. Secara sederhana, gorpcore menggabungkan pakaian outdoor fungsional dengan cara berpakaian urban. Ciri utamanya bukan sekadar terlihat sporty. Fungsi tetap menjadi bagian penting, mulai dari material tahan cuaca hingga desain yang mendukung mobilitas. Menariknya, batas antara pakaian outdoor dan streetwear kini semakin tipis. Outside pada September 2026 bahkan menggambarkan bagaimana outdoor gear dan streetwear telah menyatu begitu jauh sehingga istilah gorpcore sendiri mulai terasa kurang penting. Namun, estetikanya justru semakin terlihat. Di tengah kehidupan kota yang serba cepat, pakaian nyaman, praktis, dan tetap menarik memang mempunyai alasan kuat untuk bertahan.

Baca Juga: Maxi Dress Makin Populer untuk Gaya Santai yang Tetap Elegan

Istilah Gorpcore Ternyata Sudah Lahir Sejak 2017

Meski terasa seperti tren baru, istilah gorpcore sebenarnya memiliki sejarah hampir satu dekade. Penulis Jason Chen memperkenalkan istilah tersebut melalui The Cut pada 2017. Nama “gorp” berkaitan dengan sebutan trail mix yang sering dijelaskan sebagai “good ol’ raisins and peanuts”, lalu dipadukan dengan semangat normcore. Pada awal kemunculannya, gorpcore menggambarkan ketertarikan dunia fashion terhadap pakaian outdoor yang sangat praktis. Jaket puffer, fleece, waterproof shell, hingga hiking boots mulai digunakan sebagai bagian dari gaya perkotaan. Namun, perkembangan berikutnya jauh lebih menarik. Gorpcore tidak berhenti sebagai tren internet. Pakaian teknis kemudian masuk ke streetwear, koleksi desainer, hingga gaya selebritas. GQ mencatat bahwa perjalanan outdoor gear menuju arus utama juga mempunyai sejarah panjang yang bersinggungan dengan perkembangan pakaian teknis dan militer. Karena itu, gorpcore sebenarnya bukan sekadar tren memakai jaket gunung di tengah kota.

Fungsi Menjadi Daya Tarik yang Sulit Digantikan Tren Lain

Salah satu alasan gorpcore mampu bertahan adalah manfaat praktisnya. Banyak tren fashion terlihat menarik, tetapi belum tentu nyaman digunakan dalam rutinitas panjang. Gorpcore menawarkan pendekatan berbeda. Waterproof jacket dapat membantu saat hujan. Cargo pants menyediakan ruang penyimpanan tambahan. Sementara itu, technical sneakers dirancang untuk mendukung aktivitas bergerak. Pengguna akhirnya mendapatkan penampilan sekaligus fungsi dalam satu outfit. Inilah yang membedakan gorpcore dari tren yang hanya mengandalkan visual. Vogue pernah mencatat bahwa konsep pakaian teknis terus berkembang untuk menyesuaikan kehidupan perkotaan, termasuk berjalan kaki dan bersepeda. Artinya, pakaian yang awalnya dibuat menghadapi alam kini mendapatkan konteks baru. Bagi masyarakat kota, kenyamanan dan fleksibilitas semakin sulit dipisahkan dari gaya. Selain itu, perubahan cuaca membuat layering terasa relevan. Seseorang dapat melepas atau menambahkan lapisan tanpa mengubah keseluruhan karakter outfit. Praktis, tetapi tetap mempunyai identitas visual yang kuat.

Sepatu Trail Berubah Menjadi Statement di Jalanan Kota

Jika ada satu produk yang menggambarkan pertemuan outdoor dan street fashion dengan jelas, jawabannya mungkin sepatu trail. Siluet yang sebelumnya dirancang untuk medan alam kini muncul dalam outfit perkotaan. Perkembangan terbaru bahkan terlihat selama fashion month 2026. Who What Wear mencatat technical gorpcore trainers sebagai salah satu tren sepatu yang terlihat dalam street style Paris. Model performa dari nama seperti Salomon dan On dipadukan dengan pakaian urban, bukan perlengkapan hiking lengkap. Fenomena tersebut menunjukkan perubahan cara konsumen melihat footwear. Sepatu tidak harus memiliki bentuk minimalis untuk dianggap fashionable. Sol tebal, panel teknis, sistem tali yang kompleks, serta konstruksi sporty justru dapat menjadi pusat perhatian. Namun, keseimbangan tetap penting. Sepatu trail yang sudah memiliki visual ramai biasanya lebih mudah dipadukan dengan celana berpotongan sederhana. Sebaliknya, pengguna yang ingin tampil lebih ekspresif dapat memainkan layering dan warna. Dengan pendekatan tersebut, karakter outdoor tetap terlihat tanpa membuat outfit terasa seperti kostum pendakian.

Layering Membuat Gorpcore Mudah Dimodifikasi Sesuai Karakter

Gorpcore tidak memiliki satu formula yang harus diikuti secara ketat. Justru, kekuatannya terletak pada layering yang fleksibel. Kaos polos dapat menjadi lapisan pertama. Setelah itu, pengguna dapat menambahkan fleece, technical vest, atau lightweight shell. Celana cargo maupun hiking pants kemudian memperkuat karakter utilitarian. Namun, tidak semua elemen harus berasal dari kategori outdoor. Sebuah waterproof jacket dapat dipadukan dengan denim. Fleece juga dapat bertemu celana tailored untuk menghasilkan kontras yang lebih modern. Pendekatan ini membantu Gorpcore Street Fashion terasa lebih personal. Selain itu, perkembangan gorpcore sendiri telah bergerak menuju interpretasi yang lebih halus. GQ pernah menyoroti generasi baru pakaian outdoor yang menggunakan material alami, konstruksi lebih sederhana, dan detail teknis yang tidak terlalu berlebihan. Artinya, seseorang tidak harus memakai banyak kantong atau perlengkapan ekstrem. Satu outerwear fungsional yang kuat sering sudah cukup untuk membawa nuansa gorpcore ke dalam penampilan sehari-hari.

Fashion Mewah Ikut Membawa Estetika Outdoor ke Level Baru

Pengaruh outdoor tidak berhenti pada streetwear. Dunia luxury fashion juga terus mengeksplorasi estetika tersebut. Vogue mencatat bahwa nuansa alam dan pakaian outdoor menjadi inspirasi kuat dalam koleksi menswear Autumn/Winter 2025. Prada, misalnya, menampilkan heavy-duty boots dengan tampilan yang sengaja dibuat seperti sudah digunakan. Permintaan terhadap technical apparel juga dilaporkan meningkat dalam beberapa tahun sebelumnya. Perkembangan tersebut menarik karena gorpcore awalnya berangkat dari fungsi. Ketika luxury fashion masuk, nilai estetika dan eksklusivitas ikut menjadi bagian dari percakapan. Akibatnya, jaket tahan cuaca atau hiking-inspired footwear dapat muncul dalam rentang harga yang sangat luas. Namun, konsumen sebenarnya tidak membutuhkan produk mahal untuk mengikuti gaya ini. Prinsip gorpcore tetap bisa diterapkan melalui pakaian fungsional yang sudah dimiliki. Bahkan, memilih berdasarkan kegunaan sering terasa lebih autentik. Sebab, akar estetika ini tetap berhubungan dengan pakaian yang dirancang untuk bekerja, bergerak, dan menghadapi kondisi lingkungan.

Gorpcore 2026 Terlihat Lebih Matang daripada Sekadar Tren Viral

Menariknya, pada 2026 perdebatan bukan lagi soal apakah gorpcore sedang populer. Pertanyaannya justru apakah istilah tersebut masih diperlukan. Outside berpendapat bahwa outdoor gear telah begitu menyatu dengan streetwear sehingga gorpcore sebagai label mulai kehilangan relevansinya. Pandangan tersebut sejalan dengan kritik sebelumnya. GQ bahkan pernah menyatakan era gorpcore telah berakhir karena estetika tersebut menjadi terlalu komersial dan jauh dari akar outdoor yang autentik. Namun, “kematian” sebuah nama tren tidak otomatis menghilangkan pakaiannya. Justru, ketika gaya tertentu berhenti terasa seperti kostum tren, ia dapat berubah menjadi bagian normal dari lemari pakaian. Technical jacket, fleece, trail sneakers, dan cargo pants masih digunakan karena memang berguna. Dengan demikian, gorpcore 2026 terasa lebih matang. Orang tidak harus tampil seperti pendaki dari kepala sampai kaki. Mereka cukup mengambil unsur outdoor yang relevan dan menggabungkannya dengan gaya personal.

Gorpcore Cocok untuk Mereka yang Mengutamakan Kenyamanan

Di balik semua perbincangan tentang tren, kekuatan terbesar gorpcore tetap berada pada kenyamanan. Banyak item dibuat untuk mendukung aktivitas fisik sehingga pola dan materialnya cenderung mempertimbangkan pergerakan. Hal tersebut membuatnya mudah beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari. Seseorang dapat menggunakan technical pants saat bekerja secara kasual, berjalan jauh, lalu melanjutkan aktivitas malam tanpa harus mengganti pakaian. Selain itu, banyak item gorpcore memiliki karakter uniseks. Siluet longgar dan desain fungsional membuat batas gaya pria maupun wanita menjadi lebih cair. Popularitasnya juga pernah dikaitkan dengan perubahan kebiasaan selama pandemi, ketika aktivitas luar ruang meningkat dan konsumen semakin menghargai pakaian praktis. Kebiasaan tersebut meninggalkan pengaruh yang panjang. Konsumen telah merasakan bahwa pakaian nyaman tidak harus terlihat membosankan. Karena itu, gorpcore mempunyai sesuatu yang sulit diberikan tren lain: alasan praktis untuk terus dipakai setelah hype media sosial selesai.

Masa Depan Gorpcore Ada pada Perpaduan Fungsi dan Personal Style

Gorpcore mungkin terus berganti nama, tetapi pengaruh pakaian outdoor terhadap street fashion tampaknya tidak mudah menghilang. Fashion perkotaan kini semakin terbuka terhadap sepatu performa, jaket teknis, material tahan cuaca, dan desain utilitarian. Bahkan pada Paris Fashion Week 2026, tren footwear menunjukkan bahwa technical trainers masih memiliki tempat dalam street style. Namun, perkembangan berikutnya kemungkinan tidak bergantung pada tampilan outdoor yang ekstrem. Sebaliknya, perpaduan akan menjadi kunci. Technical shell dapat bertemu rok panjang, trail shoes dapat dipasangkan dengan tailored trousers, sedangkan fleece dapat menjadi lapisan dalam outfit minimalis. Pendekatan tersebut membuat Gorpcore Street Fashion lebih mudah diterapkan oleh banyak orang. Pada akhirnya, kekuatan gaya ini bukan terletak pada logo atau harga produk. Nilainya muncul ketika pakaian mampu bekerja sesuai kebutuhan sekaligus mencerminkan karakter pemakainya. Dari gunung menuju trotoar kota, fungsi kini telah menjadi bagian penting dari bahasa fashion modern.